Minggu, 02 Oktober 2016

MASALAH KEPENDUDUKAN ( bag.2)



4.   pesebaran penduduk tidak merata

  • ·        57,50% penduduk Indonesia ada di jawa
  • ·         DKI Jakarta menjadi provinsi terpadat
  • ·         papua menjadi paling sedikit penduduknya

 
       Pemerataan Persebaran Penduduk Dilakukan dengan cara transmigrasi dan pembangunan industri di wilayah yang jarang penduduknya. Untuk mencegah migrasi penduduk dari desa kekota, pemerintah mengupayakan berbagai program berupa pemerataan pembangunan hingga ke pelosok, perbaikan sarana dan prasarana pedesaan, dan pemberdayaan ekonomi di pedesaan.

5.   tingginya arus migrasi dari desa ke kota
Faktor Pendorong dari Desa

Faktor pendorong dan desa yang menyebabkan terjadinya urbanisasi adalah sebagai berikut:


  • ·         Kurang dan terbatasnya kesempatan kerja atau lapangan kerja di pedesaan.
  • ·         Upah kerja di pedesaan relatif rendah.
  • ·         Fasilitas dan infrastruktur kehidupan di pedesaan kurang tersedia dan tidak memadai.
  • ·         Tanah pertanian di pedesaan banyak yang sudah tidak produktif karena tidak subur atau mengalami kekeringan.
  • ·         Kehidupan pedesaan lebih monoton daripada perkotaan.
  • ·         Timbulnya bencana di pedesaan, seperti banjir, gempa bumi, kemarau panjang, dan wabah penyakit.
  • ·         Momentum hari raya atau hari-hari tertentu.



Faktor Penarik dari Kota


  • ·         Kesempatan kerja di perkotaan lebih banyak dibandingkan dengan di pedesaan.
  • ·         Upah kerja yang tinggi di perkotaan.
  • ·         Kota sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, ilmu pengetahuan, dan teknologi sangat menarik untuk kehidupan sosial.
  • ·         Tersedia beragam fasilitas kehidupan dan infrastruktur, seperti fasilitas pendidikan, kesehatan, transportasi, rekreasi, dan pusat-pusat perbelanjaan.



Dampak Urbanisasi
Dampak Positif Urbanisasi Bagi Desa
Dampak positif urbanisasi bagi desa (daerah asal) sebagai berikut:


  • ·         Bagi desa yang padat penduduknya, urbanisasi dapat mengurangi jumlah penduduk.
  • ·         Meningkatnya kesejahteraan penduduk desa melalui kiriman uang dan hasil pekerjaan dari keluarga yang bekerja secara layak di kota.
  • ·         Mendorong pembangunan desa karena penduduk telah mengetahui kemajuan dikota.
  • ·         Mengurangi jumlah pengangguran di pedesaan.


Dampak Negatif Urbanisasi Bagi Desa
Adapun dampak negatif urbanisasi bagi desa sebagai berikut:

·         Desa kekurangan tenaga kerja untuk mengolah pertanian karena sebagian besar penduduknya pindah ke kota.
·         Perilaku yang tidak sesuai dengan norma setempat akibat contoh dari gaya hidup di perkotaan sering ditularkan di kehidupan pedesaan.
·         Desa banyak kehilangan penduduk yang memiliki potensi dan berkualitas.

Dampak Positif Urbanisasi Bagi Kota
Dampak positif urbanisasi bagi kota sebagai berikut:

·         Kota dapat memenuhi kebutuhan jumlah tenaga kerja.
·         Semakin banyaknya sumber daya manusia yang berpotensi dan berkualitas.

Dampak Negatif Urbanisasi Bagi Kota
Dampak negatif urbanisasi bagi kota sebagai berikut.

·         Meningkatnya pengangguran di perkotaan
·         Munculnya tunawisma, tunasosial dan gubuk-gubuk liar di kota.
·         Meningkatnya kemacetan lalu lintas.
·         Meningkatnya kejahatan, pelacuran, perjudian, dan bentuk masalah sosial lainnya.

 (http://www.radarplanologi.com)

6.   rendahnya kualitas penduduk
Berikut ini adalah fakta-fakta yang menyangkut bahwa negara Indonesia masih memiliki kualitas penduduk yang rendah :

1. Tingkat Pendidikan yang rendah
Tingkat pendidikan berkaitan erat dengan kemampuan untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Bidang pendidikan merupakan kunci utama kemajuan sebab melalui jalur pendidikan dapat mempercepat proses alih teknologi dari negara maju dan juga mendorong penemuan teknologi baru. Tingkat pendidikan penduduk yang tinggi memungkinkan penduduk dapat mengolah sumber daya alam dengan baik sehingga kesejahteraan penduduk dapat segera diwujudkan.
2. Tingkat Kesehatan yang Rendah
Produktivitas seseorang sangat ditentukan oleh tingkat kesehatannya. Tingkat kesehatan suatu negara dapat dilihat dari besarnya angka kematian, terutama kematian bayi dan ibu saat melahirkan. Kesehatan berkaitan erat dengan pemenuhan kebutuhan pangan, sandang dan papan. Apabila salah satu kebutuhan tidak terpenuhi maka dapat terganggulah kesehatannya.
3. Tingkat Daya Beli yang Rendah
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2005 berdasarkan perbandingan daya beli atau purchasing power parity (PPP) berada di urutan keempat di kawasan Asia Pasifik, di luar Korsel dan Jepang, atau hanya kalah dari China, India, dan Iran. Perbandingan daya beli, jelasnya, merupakan perbandingan biaya yang harus dibayar penduduk atas produk yang sama dengan kualitas yang sama di 23 negara di kawasan Asia Pasifik.
(http://quality-of-population.blogspot.co.id)